Sabtu, 16 Desember 2017

Jadi Show Window, Wagub Kandouw Motivasi Badan Penghubung Untuk Bekerja Optimal

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw menghadiri perayaan pra natal Badan Penghubung Sulawesi Utara di Jakarta, Jumat (15/12/2017) sore.

Dalam sambutannya Kandouw menerangkan, natal merupakan momentum yang tepat bagi jajaran badan penghubung Sulut untuk meningkatkan motivasi dan semangat berkarya. Apalagi, Badan Penghubung Sulut merupakan show windownya bumi nyiur melambai. Artinya Badan Penghubung berperan dalam meningkatkan kualitas, akurasi, dan kelengkapan data base (potensi) daerah serta penggalakan kegiatan promosi daerah dan pembinaan masyarakat Sulut di Jakarta dan sekitarnya.

"Kantor penghubung fungsinya tidak main-main. Apalagi perannya sebagai show window yang tentunya diperhatikan banyak orang," katanya.

Oleh karena itu Kandouw meminta jajaran Badan Penghubung Sulut untuk bekerja maksimal sehingga menghasilkan out put yang memuaskan.

"Sebagai orang beriman, Mari kita jadi penyelenggaraan natal ini sebagai refleksi untuk meningkatkan keimanan dan mengaktualisasikan nilai natal dalam meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.

Disamping itu, Wagub Kandouw juga mengingatkan jajaran Badan Penghubung Sulut untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik ASN dan THL dalam mendukung kelancaran kegiatan operasional dan administratif.

"Saat ini bukan hanya ASN yang melalui assesment tetapi juga THL. Ini penting untuk memberdayakan SDM yang ada. Sehingga penempatan ASN dan THL berdasarkan kemampuannya," imbuhnya.

Adapun tema perayaan pra natal Badan Penghubung Sulut bersumber dari Kolose 3 : 15 a tentang Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Penghubung Sulut Weldy Poli beserta para pejabat eselon IV dan staf.

Gubernur Olly : Natal Membawa Damai Bagi Umat Manusia

Natal memiliki makna yang agung dan mulia serta senantiasa menghadirkan kesukacitaan dan damai sejahtera bagi kehidupan segenap umat manusia di dunia.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Bach A. Tinungki, M.Eng pada Perayaan natal PT. PLN (Persero) Regional Manado yang dilaksanakan di Manado, Jumat (15/12/2017) malam.

"Oleh karenanya, peristiwa natal kemudian menjadi hal yang sangat penting dan mendasar tidak hanya karena sukacita, damai sejahtera dan cinta kasih yang dibawa-Nya, namun terlebih karena kelahiran Kristus telah membawa damai, memberikan pengampunan dan keselamatan bagi umat manusia yang telah jatuh dalam dosa, sebagaimana pemahaman iman kita selaku umat kristiani," katanya.

Oleh karena itu, menurut Gubernur Olly, pemaknaan itu membawa umat kristen untuk merayakan natal tidak sekedar dalam konteks seremonial kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni pengakuan iman atas kelahiran Yesus Kristus sebagai juruselamat umat manusia.

"Ini terimplementasi lewat ucapan syukur dan pembaharuan diri, sehingga natal akan membawa makna bagi kita semua," ujarnya.

Orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu juga mengingatkan seluruh pimpinan dan jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado untuk mengimplementasikan pemaknaan garam dan terang dunia dalam menapaki langkah bersama membangun daerah.

"Jadikanlah Perayaan Natal sebagai wadah aktualisasi iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama, melalui berbagai tugas pelayanan sesuai karunia dan talenta yang kita miliki. Disamping itu, perayaan yang bernuansa religius sosial ini merupakan momentum yang penting dan strategis untuk saling memaafkan, saling melengkapi, saling menopang, menciptakan keharmonisan, serta membina kerukunan," ungkapnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengajak seluruh pimpinan dan jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado Senantiasa termotivasi untuk meningkatkan profesionalitas, kompetensi, etos kerja dan disipilin, agar dapat mempersembahkan karya pembangunan bagi kesejahteraan rakyat.

"Saya mengajak saudara sekalian, untuk bekerja baik dan bekerja keras mengupayakan alam ciptaan-Nya menjadi berkat bagi sesama manusia, dan menghasilkan buah. Kini saatnya bagi segenap umat kristiani terlebih khusus jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado, untuk bergandengan tangan, meneladani falsafah hidup sebagai pekerja-pekerja keras, yang mau menabur, mau berkorban penuh kesabaran, untuk menanti hasil yang lebih baik," imbuhnya.

Sebelumnya dalam khotbah yang disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Pdt Dr HWB Sumakul disampaikan Firman Tuhan dari Kolose 3 : 15 a tentang Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu.

Menariknya, pada perayaan natal itu dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari PT. PLN kepada para Hamba Tuhan, rumah ibadat dan lainnya.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Bara Hasibuan, General Manager (GM) PT. PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar, GM PT. PLN Unit Induk Pembangunan Sulbagut Fajar Suroyo, para karyawan PLN dan perwakilan dari instansi terkait.

Musda Korpri Untuk Menjaga Eksistensi Organisasi

Sebagaimana diamanatkan Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Korpri merupakan tempat berhimpunnya para Pegawai ASN.

Hal itu disampaikan Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen, SE, MS dalam sambutan yang diwakili Plh Sekdaprov Sulut yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. John Palandung, M.Si pada Musyawarah Daerah Korpri Sulut yang dilaksanakan di Ruangan C.J Rantung, Jumat (15/12/2017) siang.

"Dimana Korpri bertujuan untuk menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN, serta untuk mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa," katanya.

Lanjut Silangen, untuk mencapai tujuan itu, Korpri memiliki fungsi, yaitu : pembinaan dan pengembangan profesi ASN, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota Korpri terhadap dugaan pelanggaran Sistem Merit dan mengalami masalah hukum dalam melaksanakan tugas kemudian, memberikan rekomendasi kepada mejelis kode etik Instansi pemerintah terhadap pelanggaraan kode etik profesi dan kode prilaku profesi serta menyelenggarakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan anggota Korpri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Dalam konteks demikian, Dewan Pengurus KORPRI sebagai penentu bagi tercapai atau tidaknya tujuan KORPRI, kemudian senantiasa dituntut aktualisasi peran dan tanggungjawabnya, serta diharapkan mampu menyesuaikan dengan kemajuan zaman, dan berbagai regulasi yang berkembang," ujarnya.

Diketahui, seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang baru, Lembaga Korpri yang dalam ini Sekretariat Dewan Pengurus Korpri, mengalami perubahan struktur organisasi. Oleh karena itu, Silangen berharap perubahan itu semakin memotivasi Korpri Sulut.

"Perubahan ini tidak menyurutkan eksistensi Korpri Provinsi Sulawesi Utara, terlebih dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa dan Negara," paparnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Silangen mengajak seluruh Dewan Pengurus Korpri Sulut Periode 2017-2022 senantiasa menyadari peran, tugas dan tanggungjawab yang diemban masing-masing.

"Berada dalam satu tekad dan komitmen serta dapat menerapkan paradigma baru untuk menjadikan Korpri Provinsi Sulawesi Utara sebagai lembaga yang independen, mandiri, profesional, solid dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan, sebagaimana amanat dari Bapak Presiden Jokowi," imbuhnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, SE, M.TP, Kepala BKD Dr. Femmy Suluh, Plh Kepala Biro PKKP yang juga Kepala Bagian Pengendalian dan Kerjasama Fery Jones Sangian, MAP dan perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Berikut susunan anggota dewan pengurus Korpri Provinsi Sulawesi Utara Masa Bakti 2017-2022

-Penasehat
1. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE

2. Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw

-Ketua
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen, SE, MS

-Wakil Ketua I
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. John Palandung, M.Si

-Wakil Ketua II
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, SE, M.TP

-Wakil Ketua III
Asisten Adminstrasi Umum Ir. Roy Roring, M.Si

-Sekretaris
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Dr. Femmy Suluh

-Bendahara
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Praseno Hadi, Ak, MM

-Bidang Organisasi dan Kelembagaan
Ketua : Kepala Biro Organisasi Farly Kotambunan, SE

-Bidang Pembinaan Disiplin, Jiwa Korsa dan Wawasan Kebangsaan Ketua : Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Steven Liow, S.Sos

-Bidang Perlindungan dan Bantuan Hukum
Ketua : Kepala Biro Hukum Glady Kawatu, SH, M.Si

-Bidang Usaha dan Kesejahteraan Ketua : Kepala Dinas Koperasi & UMKM Ch. E. Talumepa, SH, M.Si

-Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya
Ketua : Kepala Dinas Pendidikan Gemmy Kawatu, SE, M.Si

-Bidang Pengendalian
Ketua : Inspektur Sulut Adrianus Nixon Watung, SH

Jumat, 15 Desember 2017

Cepat Tanggap, Gubernur Olly Bantu Gereja Germita Yang Terbakar di Beo Selatan Talaud

Cepat tanggap, mungkin istilah tersebut tepat untuk menggambarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kendali Gubernur Olly Dondokambey, SE.

Mendengar terjadinya bencana kebakaran yang menimpa Gedung Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) Lungkangunaung di Desa Matahit, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (13/12/2017) siang, Gubernur Olly langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dr. Grace Punuh, M.Kes bersama tim untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.

Dihadapan para masyarakat Talaud yang menantinya, Grace didampingi jajaran Pemkab Talaud termasuk Wakil Bupati Talaud Petrus Tuange menyatakan rasa prihatinnya atas peristiwa tersebut, dan dirinya berharap agar mayarakat Talaud dapat sabar serta diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Pada kesempatan itu juga Grace memberikan bantuan tenda yang diterima langsung Wakil Bupati Tuange.

"Ini bentuk kepedulian dari OD-SK dalam merespon setiap keadaan yg terjadi pada masyarakat di daerah nyiur melambai tercinta," ujar Grace saat melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran.

Grace juga menerangkan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Sulut adalah untuk membantu masyarakat melewati masa awal pasca terjadinya bencana kebakaran itu.

“Kehadiran kami disini selain mengunjungi kami juga merasakan apa yang dialami masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulut kepada warganya, yakinlah, kami akan selalu hadir disaat warga masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Adapun jumlah kerugian akibat kebakaran itu menurut Pdt. Nurce Araginggang diperkirakan mencapai satu miliar rupiah.

Diketahui, kebakaran siang itu diketahui pertama kali oleh Veronika Lengsehang (38), warga desa setempat. Dituturkannya kepada petugas, ia melihat asap keluar dari kabel listrik yang tersambung ke gereja.

Saat itu juga, saksi melihat api mulai menyala di plafon gereja bagian depan. Ia lalu berlari menuju pastori yang berada di samping gereja untuk memberitahukan kejadian ini kepada pendeta gereja setempat.

Dalam waktu singkat, warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin siang itu cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar hingga menghanguskan plafon serta bangunan gereja.

Sesaat usai mendapat laporan dari warga, Kapolsek Beo, AKP Atoneng Dalehade bersama beberapa personel bergegas mendatangi lokasi kebakaran. Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Talaud juga tiba untuk melakukan olah TKP.

Dikatakan Kapolsek Beo, kebakaran ini diduga akibat kabel listrik yang mengalami korsleting. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini,” ujarnya. “Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly Minta Perusahaan Patuhi Aturan Bayar THR

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menegaskan perusahaan wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Dengan kata lain, perusahaan wajib memberikan THR paling lambat 7 hari sebelum Natal.

Hal itu terungkap dalam Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor : 560/3378.1/Sekr.DTKT tanggal 11 Desember 2017 tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Natal Tahun 2017.

"THR keagamaan wajib dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," seperti yang disampaikan Gubernur Olly dalam surat edaran.

Untuk meminimalisir adanya keterlambatan membayar THR, lanjut Gubernur Olly, pihaknya telah mengimbau para bupati dan walikota di Sulut untuk membuka posko pengaduan khusus untuk masalah THR.

"Untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR keagamaan, Bupati/Walikota menginstruksikan kepada kepala dinas kabupaten/kota yang membidangi ketenagakerjaan untuk membentuk Posko Satgas pengaduan peduli natal 2017," paparnya.

Lantas, apa sanksinya jika perusahaan telat atau tidak membayar THR? Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Ir. Erny Tumundo menegaskan bagi perusahaan yang telat membayar THR akan dikenai sanksi denda.

"Yang telat membayar THR keagamaan didenda 5 persen dari total THR yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kewajiban perusahaan untuk membayar," ujarnya di Manado, Jumat (15/12/2017) pagi.

Sanksi denda itu diatur dalam pasal 10 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6/2016 tentang THR Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Perusahaan. Sanksi denda tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk tetap memberikan THR.

Sedangkan di pasal 11 menyebutkan setiap perusahaan yang tidak membayarkan THR akan dijatuhi sanksi administratif. Sanksi ini diterapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Erny meminta perusahaan tidak terlambat membayar THR kepada para karyawannya. Menurutnya, THR merupakan hak para pekerja yang harus dibayar oleh perusahaan.

"Tapi intinya kita minta THR harus dibayarkan, H-7 harus dibayarkan karena itu hak dari para pekerjanya," katanya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)


Kamis, 14 Desember 2017

Wagub Kandouw : Sulut Siap Kerjakan 10 Prioritas Pembangunan

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E Kandouw menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia 2017 bertema "Memperkuat Momentum" yang dilaksanakan di Manado, Kamis (14/12/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Kandouw mengatakan untuk mempercepat pembangunan, Pemprov Sulut akan mengoptimalkan realisasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018 yang memuat rancangan kerangka ekonomi dan prioritas pembangunan Sulut, rencana kerja serta pendanaannya.

"Sehingga sasaran dan prioritas pembangunan daerah di tahun 2018 dapat kita selesaikan bersama secara baik dan tuntas, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Adapun, RKPD 2018 bertajuk “Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Berkepribadian melalui Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Menuju
Sulawesi Utara yang Berdaya Saing"

Wagub Kandouw menuturkan, ada 10 prioritas pembangunan yang akan dikerjakan Pemprov Sulut pada tahun 2018.

"Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran; Pembangunan Pendidikan; Pembangunan Kesehatan; Revolusi Mental dan Reformasi Birokrasi; Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah; Kedaulatan Pangan (Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan)," ungkapnya.

"Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat; Peningkatan Daya Saing Investasi; Pembangunan dan Pengelolaan Bencana dan Mitigasi Iklim," lanjutnya.

Disamping itu, Kandouw juga menyampaikan perkembangan positif terkait aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Bitung yang sebelumnya hanya terbatas pada tiga produk saja.

"Dulu aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Bitung yang sebelumnya hanya dibatasi tiga produk saja. Pakaian, Barang Elektronik dan Hasil pertanian terbatas," bebernya.

Saat ini, lanjutnya, setelah dilobi oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE ke pemerintah pusat, Pelabuhan Bitung kini sudah terbuka untuk aktivitas ekspor-impor lainnya, seperti produk alas kaki, mainan anak-anak, kosmetik, obat tradisional dan keperluan lainnya.

"Kebijakan ini akan meningkatkan perekonomian di daerah," kata Kandouw lagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo menerangkan, saat ini kondisi perekonomian Sulut saat ini cukup bagus. Hal ini terlihat dari indikator seperti inflasi tahun sebesar 0,38 persen. Jauh dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu, Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,4 triliun, serta "Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Sulut akan terus berkembang," katanya.

Usai pertemuan tahunan, ditempat yang sama dilanjutkan kegiatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). 
Ketua Tim TPID Sulut yang juga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen, SE, MS yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, SE, M.TP menjelaskan komitmen TPID untuk menekan laju inflasi dengan mensinergikan program kerja seluruh instansi yang tergabung dalam organisasi tersebut.

"Program-program kerja antar instansi harus bersinergi agar selaras dan efektif dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah dan stabil di Sulut," ujarnya.

Mokoginta juga menyebutkan, terkait perayaan natal dan tahun baru, Pemprov Sulut bersama instansi terkait telah melalukan sidak untuk mengecek harga dan mengetahui persedian bahan kebutuhan pokok di pasar Bersehati. Teringkap, dalam sidak tersebut harga kebutuhan pokok cukup stabil.

Untuk menekan harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi kenaikan hingga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, TPID Kota Kediri beserta Polresta Kediri akan menggelar operasi pasar murni agar harga tetap stabil dan persedian tetap tercukupi.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jenny Karouw, Kepala Biro Ekonomi & SDA Franky Manumpil, perwakilan Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Wagub Kandouw : Sulut Siap Dongkrak Kunjungan Wisman

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw menghadiri Collaborative Destination Development (CDD) Explore The Paradise Of North SulaWeSee As The Nothern Gateway For Tourism In Asia Pasific yang dilaksanakan di Manado, Kamis (14/12/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Kandouw menerangkan, Sulut siap memanfaatkan peluang yang lebih besar dari inisiatif Belt Road Initiative (BRI) karena berbagai proyek yang triliunan dananya bersumber dari Tiongkok hanya akan dikerjakan di tiga daerah di Indonesia.

"Proyek-proyek itu akan dikerjakan di Sulawesi Utara, Kalimantan Utara dan Sumatera Utara. Dan Presiden China Xi Jinping menjadikan Sulawesi Utara sebagai role modelnya," kata Kandouw lalu disambut tepuk tangan para peserta pertemuan.

Diketahui, salah satu proyek yang bakal dikerjakan di Sulut adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara.

Disamping itu, Kandouw juga menjelaskan, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut terus bertambah.

Sebagai informasi, pertumbuhan penumpang internasional dari Januari hingga November 2017 di Bandara Sam Ratulangi Manado tercatat tumbuh 73% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, atau berjumlah 152.143 penumpang. Sedangkan keseluruhan penumpang baik domestik maupun internasional yang melalui Bandara Sam Ratulangi Manado meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau sejumlah 2.456.367 penumpang.

Oleh karena itu, Kandouw menjelaskan, Pemprov Sulut bersama instansi terkait akan memperluas apron Bandara Sam Ratulangi untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan mancanegara pada tahun depan yang rencananya akan ditargetkan sebanyak 200 ribu wisatawan.

“Setelah dilobi Bapak Gubernur, apron di bandara Sam Ratulangi akan diperluas. Rencananya akan memanfaatkan pangkalan TNI agar dapat menampung wisatawan asing yang datang ke Sulut,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus ET Gandeguai mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara dari China ke Sulut melalui charter flight masih mendongkrak angka penumpang internasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Hingga 7 November 2017, penumpang dari China yang masuk ke Sulut mencapai 68.116 dengan pergerakan pesawat sebanyak 499 pesawat.

“Hingga awal November saja, jumlah wisman dari penerbangan charter mencapai hampir 68.000. Mereka mayoritas datang dari Guangzhou sekitar 22 ribu penumpang," paparnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata Robert Waloni, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, SE, M.TP, Kepala Biro Ekonomi & SDA Franky Manumpil dan para perwakilan dari instansi terkait.