Kamis, 19 Oktober 2017

Sekprov Silangen Resmikan Kantor UPTB BP2RD Minut



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen, SE MS membuka kegiatan rapat Forum Komunikasi Badan Pengelola Jajak dan Retribusi Daerah,(BP2RD)/(DPPKAD) dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, serta meresmikan gedung kantor UPTB BP2RD Minahasa Utara,kamis (19/10/2017) pagi kemarin.

Dalam sambutan Silangen mengatakan proses pembangunan daerah dan bangsa bukanlah suatu hal yang mudah,  diperlukan kerja ekstra keras yang harus turut didukung dengan berbagai faktor penunjang,  seperti pendanaan yang kuat dan tidak sedikit.
sampai saat ini penerimaan dari sektor pajak dan retribusi masih menjadi sumber utama pendanaan bagi proses pembangunan yang dijalankan.

" Namun  sangat disadari sektor pajak dan retribusi sendiri belum optimal dikelola dan dimanfaatkan karena berbagai faktor, antara lain infrastruktur dan sarana prasarana penunjang serta penguatan kapasitas kerja dan sumber daya manusia" karanya.

Dalam konteks itulah dengan dirampungkan dan diresmikannya gedung baru unit pelaksana teknis badan minahasa utara Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah ini,  akan menjadi solusi tuntutan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, dimana peningkatan pelayanan seperti ini,  terus menjadi perhatian pemerintah provinsi sulawesi utara dalam upaya membangun daerah dan bangsa.

"Terselenggaranya agenda saat ini sangatlah tepat, dan saya pandang sebagai jawaban langsung Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sulawesi Utara, atas permasalahan yang dihadapi dalam orientasi tugas, serta tuntutan untuk terus berbenah diri menguatkan kapasitas dan output kerjanya" ujarnya.


Saya juga menghimbau dan tekankan beberapa hal, dapat mendorong sinergi antara Badan Pengelola Pajak dan Retribusi daerah Provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris Daerah dan Badan/Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten/Kota se-Sulut, serta antar unit pelaksana teknis Badan pengelola pajak dan retribusi daerah se-Sulut sehingga melalui peningkatan sinergitas tersebut akan mengoptimalkan dukungan terhadap pembangunan daerah.

"Selain itu, diharapkan kepada segenap aparatur akan lebih memahami standar operasional prosedur kerja yang dimiliki, khususnya dalam aspek pelayanan langsung kepada masyarakat.
selain itu dihimbau juga untuk senantiasa mengedepankan disiplin dan profesionalisme serta integritas dalam pelaksanaan tugas" harapnya

Perlu juga saya ingatkan kepada, bahwa kita sebagai Aparatur Sipil Negara harus hadir sebagai contoh dan barometer bagi masyarakat untuk taat dan tertib memenuhi kewajiban perpajakan, Tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Sulawesi Utara Olvie Ateng SE, mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan forum komunikasi ini yaitu untuk menjalin kerjasama, koordinasi dan komunikasi yang lebih efektif dan efisien dalam upaya mengoptimalkan dan meningkatkan pendapatan daerah.
( Humas Pemprov Sulut ).

Hadiri Hari Museum Nasional , Wagub Kandouw : Penduduk Sulut Orang Indonesia Tidak Ada Pribumi Dan Non Pribumi



Sulawesi Utara dengan 15 kabupaten/ Kota dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa  semua  orang Indonesia  tidak ada Pribumi dan Non Pribumi ,  
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat menghadiri acara Hari Museum Nasional di Museum Kebudayaan Sulut di Komo Dalam, Manado, Kamis (18/10/2017).


Museum harusnya jadi tempat memupuk wawasan kebangsaan, bahkan korelasinya untuk objek wisata. Namun kenyataannya museum di Sulawesi Utara belum optimal pengelolaannya.
 "Saya apresiasi hari museum, ini akan meningkatkan awarness kita tentang museum. Meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air," ujar Kandouw kala membawakan sambutan.
Padahal museum bisa menjadi solusi ketika wawasan kebangsaan Indonesia tengah dirong-rong.

"bikin saja museum, lebih efektif datang ke museum kita bisa menyadari kekayaan bangsa kita," kata dia.
Sayangnya belum semua menyadari pentingnya peran museum. Termasuk pemerintah, "Museum di Jogja sudah lebih bagus. Kau di Sulut belum optimal. Padahal jika dikelola dengan hebat korelasinya juga dengan pariwisata," kata dia

Kandouw pernah merasakan nyamannya mengunjungi museum di luar negeri "ACnya dingin, nyaman sekali. Betah di dalam, sehari keliling tidak kelar, " katanya.

Dibandingkan museum di Sulut, air conditoner saja tak ada. "Museum kita panas dan tak nyaman," ujarnya.

Kandouw pun mengakui, Pemprov menganggarkan dana untuk museum masih kecil

"Anggaran untuk museum masih secuil," katanya.
Namun Pemprov akan cari jalan keluar. Jika sulit dari APBD, bisa dari swasta berupa Corporate Social Responsibity (CSR).

Korelasi pariwisata. Dikelola baik hebat.

Panas dan nyaman museum kita. Selain bisa memupuk cinta kebangsaan pelestarian budaya bangsa. Saya ketawa poco poco tahun depan tekor sedunia. Tapi saya baca mau bikin malsyasia. Bukan poco poco saja diklaim. Sendiri tidak lestarikan akan diambil orang lain.

motivasi untuk menyajikan melestarikan musem dimiliki dengan baik. Penghargaan swasta.
Museum ini bukan cuma pemerintah tapi juga swasta. Swasta belum ambil bagian dalam museum," ujarnya.

" BUMN juga bisa kasih CSR ke museum. BUMN untuk membantu museum di luar negeri begitu. Memang BUMN sudah banyak CSR, walaupun banyak ke infrastruktur dasar. Harusnya juga bisa juga untuk museum," ungkapnya.

Sebelumnya Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman DR Harry  Widianto  mengatakan dalam acara ini direktorat cagar budaya dan permuseuman bekerja sama dengan beberapa museum menyelenggarakan pameran  yang mengambil tema "museumku merajut kerukunan hidup berbangsa" ini mengambarkan kebhinekaan yang dimiliki bangsa indonesia, katanya.
Pameran yang berjudul sepayung bersama indonesia menyajikan beberapa koleksi gabungan dari beberapa museum di indonesia antara museum Sulawesi Utara, museum Dibra Durga di Jawa Barat, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Sumpah Pemuda, Museum Indinesia dan Museum Olahraga, jelasnya.
Dalam rangka memberikan apresiasi  dan penghargaan sumua pihak yang berjasa  maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  RI  tahun ini akan memberikan penganugerahan cagar budaya dan museum , penghargaan ini diberikan  kepada pelestari dan juru pelihara  dan museum terbaik 2017, ujarnya.

Turut hadir Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Pamuji Lestari, Forkopimda Sulut, Ketua Dharma Wanita Sulut Ivonne Silangen-Lombok, Kadis Kebudayaan F.D Rotinsulu, Para Kepala Museum dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Olly Minta Pejabat Pemprov Fokus Bekerja

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menanggapi pemberitaan tentang beredarnya dua lembar kertas berisikan penilaian kepala perangkat daerah Pemprov Sulut yang ditulis dengan tangan.

Orang nomor satu di Sulut itu memastikan informasi tersebut isapan jempol belaka. "Itu hoax! Sumber informasinya pun tidak ada," tandas Olly, Rabu (19/10/2017) malam.

Diketahui, pada kertas yang memuat penilaian terhadap kinerja puluhan pejabat baik kepala biro, kepala badan, kepala dinas, asisten hingga staf ahli itu tidak mencantumkan informan atau sumber informasinya.

Oleh karena itu, Gubernur Olly kembali menegaskan kepada seluruh pejabat Pemprov Sulut untuk tetap fokus pada  pekerjaan dan pengabdian terhadap masyarakat Sulut.

“Saya harap semua pejabat bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta bersungguh-sungguh seperti apa yang disampaikan dalam sumpah dan janji jabatan,” kunci Olly. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 18 Oktober 2017

Dr. Devi Tinjau Stand Sulut Di Nusantara Expo & Forum 2017

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos saat mengikuti acara pembukaan Nusantara Expo dan Forum 2017 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (18/10/2017) pagi, berkesempatan meninjau stand pameran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang ikut serta memeriahkan hajatan itu.

Wakil ketua TP-PKK Sulut ini melihat langsung berbagai macam materi pameran yang ditampilkan baik berupa makanan ringan asal Sulut seperti kacang kawangkoan, bagea dan manisan pala ataupun berupa produk berupa brosur berisi informasi Sulut.

Dr. Devi optimis bahwa materi yang dipamerkan dalam ajang Nusantara Expo dan Forum 2017 ini mendapatkan perhatian dan respon positif dari pengunjung pameran.

"Kami menampilkan dan mensosialisasi potensi budaya dan produk-produk unggulan Sulut," tandasnya.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan Nusantara Expo dan Forum 2017 adalah yang ke-4 kali sejak tahun 2014. Agenda itu merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri 28/2014 tentang Revitalisasi Fungsi dan Peran Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Dr. Devi Hadiri Nusantara Expo & Forum 2017 di TMII

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS menghadiri pembukaan Nusantara Expo dan Forum 2017 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (18/10/2017) pagi.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Didik Suprayitno saat membuka secara resmi agenda yang mengusung tema kreativitas membangun bangsa yang mandiri dan unggul itu.

Dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo mengajak seluruh masyarakat mampu menjaga dan melestarikan citra positif bangsa Indonesia yang berbudaya, bermartabat dan berjatidiri. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan kemandirian ekonomi.

“Kegiatan ini dapat memberikan informasi dan potensi pariwisata dan ekonomi di daerah,” jelasnya.

Disamping itu, Tjahjo juga berpesan kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan memotivasi pelaksanaan Pekan Produk Budaya Indonesia Nusantara Expo dan Forum tersebut di daerah. Dengan berkordinasi bersama para pelaku dunia usaha dan sektor terkait lainnya.

“Sehingga kegiatan ini dapat menjadi wadah inspirasi usaha kreatif masyarakat di daerah, sekaligus pilar ketahanan nasional yang tangguh untuk berbagai tantangan dalam bingkai NKRI,” ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Kemendagri, Lutfi menjelaskan tujuan dilaksanakannya Nusantara Expo dan Forum 2017 itu untuk membangun dan mengembangkan seni dan budaya menjadi kreativitas untuk pembangunan ekonomi bangsa.

"Nusantara Expo dan Forum 2017 digelar untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat dengan cara menampilkan dan mensosialisasi potensi budaya dan produk-produk unggulan daerah," tandasnya.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan Nusantara Expo dan Forum 2017 adalah yang ke-4 kali sejak tahun 2014. Agenda itu merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri 28/2014 tentang Revitalisasi Fungsi dan Peran Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw Terima Konsuler Jepang Di Makasar Katsutoshi Miyakawa



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw menerima KonsulerJepang di Makasar Katsutoshi Miyakawa di ruang kerja Kantor Gubernur rabu ( 18/10/2017 ) kemarin.

Maksud  dan tujuan kunjungan Konsuler Jepang Miyakawa adalah untuk mengenalkan diri kepada Pemerintah Sulut dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur karena baru bertugas sebagai kepala kantor  Konsulat Jepang di Makasar dan juga akan bertemu dengan warga negara Jepang yang ada di Sulut.

Disamping itu mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menghadiri perayaan 60 tahun hubungan  diplomat antara  Indonesia dan Jepang yang akan dirayakan  tahun depan

Serta meminta perlindungan keamanan rakyat jepang , baik yang sementara tinggal dan berkunjung di Sulut.

Wagub Kandouw mengatakan atas nama bapak Gubernur sangat berterima kasih atas kunjungan Konsuler Miyakawa di Sulut

Mengenai masalah keamanan warga Jepang yg ada di Sulut.
" Konsuler Miyakawa tak usah ragu karena daerah  Sulut paling aman dibanding daerah lain, dan masyarakat sulut  sangat membuka diri atas kedatangan turis dari manapun,  katanya.

Dalam percakapan yang penuh keakraban itu Wagub Kandouw memaparkan kondisi alam Sulut dan memperkenalkan tempat -tempat pariwisata diantaranya seperti pulau lembeh dan  bunaken.
Diakhir percakapan Wagub Kandouw  dan Konsuler Miyakawa saling tukar menukar cendramata.
( Humas Pemprov Sulut )